Langsung ke konten utama

Postingan

Menggapai Ma'rifat Hidup

📝 "Menggapai Ma'rifat hidup dalam pencapaian diri untuk bisa meraih, menemui dan slalu mencintai Nya." Melihat situasi saat ini perih rasanya hati  ini, sebab demi perut yang lapar manusia rela melakukan apa saja, dengan iman yang rapuh dan jiwa yang kosong. Sesungguhnya kebanyakan manusia lupa harus menggantungkan hidup pada siapa 😢 Ketahuilah, Jangan pernah bergantung pada manusia. Apalagi pada ajakan dan bujuk rayu syaitan yang slalu berusaha menyesatkan manusia, hingga misi mereka (para syaitan) berhasil, menarik manusia pada tempat kehinaan, tempat akhir hidup dalam kepedihan kelak. Demi perut yang lapar, Manusia tega meregangkan nyawa manusia lainnya, Bahkan ada dua kemungkinan, Ruh manusia lain yang akan terpisah dari tubuhnya, Atau ruh mereka sendiri yang akan terlepas dari jasadnya.... Dengan berdalih, demi keluargaku, Agar tak mati kelaparan! Benarkah demikian? Wajarkah? Sepertinya, mereka benar benar lupa siapa Pencipta Nya, Pencipta Yang telah me...

KOPI

KOPI. Ini minuman yang nggak ada lawan. Saya adalah salah seorang penggila coffee yang luar biasa, kalau nggak nyadar punya magh dan lambung yang sering perih mungkin minum coffee tuh kaya minum aer putih. Alkisah, waktu itu selesai bikin acara di rumah Mia, lalu ada kopi jahe yang kita buat sebagai salah satu minuman wajib yang harus ada di samping orange punch yang juga harus ada, berhubung masakannya adalah menu masakan Arab, kebuli kambing dan lain sebagainya, Maka kopi jahe pun teman menikmati kue setelah makan makanan berat. Dan itu minuman wajib. Nah, malam itu karena acara sudah selesai, berhubung masih banyak sisa kopi jahe, karena bikinnya selalu sepanci besar, dan sisanya kira kira satu teko tinggi, mulailah saya eksekusi, mumpung sudah beres semua setelah selesai acara, saya pun bersiap menghilangkan lelah seharian dengan ngegame Play Station, yang saat itu Filmnya God of War atau Spartan, maka kopi jahe seteko itu pun jadi teman ngegame. Mulai deh tanpa sadar t...

Untukmu Anakku, Jadilah Lelaki Tangguh

Dear buah hatiku, Hanya sebulan sekali kita bisa bertemu, bisa memeluk dan menciummu, Hanya empat kali bahkan kurang dalam sebulan bisa memandang wajahmu, Melihat senyum diwajahmu dan air mata yang mengambang di pelupuk matamu Tapi dengan penuh kekuatan, diri ini terus menyemangatimu. Tak boleh menangis,  Tak boleh cengeng! Harus kuat! Jaga kondisi, kalau banyak sedih nanti jadi lemah, yakin dan berserah diri pada Allah. Itu yang slalu kusampaikan padanya, Slalu menjadi penyemangat, Meski di dalam hati ini pun bergemuruh sepertu lautan dahsyat, Air mata ini seperti merontak ingin pecah menghantam bendungan yang kubangun kokoh dengan seribu satu kekuatan. Tapi di depannya, mata ini tak boleh basah. Wajah ini harus menunjukkan ketegaran. Meski badan tak sehat terasa hangat, Tapi tetap harus berbohong dihadapannya, Demi kebaikannya, "Umi baik baik saja, sayang.. Alhamdulillah. Jangan pikirkan umi, konsentrasi belajar saja sayangnya umi... Minta slalu pada Allah segala keb...

CreepyPasta

Sudah lama tangan ini gatal rasanya untuk menuangkan sedikit kejanggalan di hati, ingin sedikit memberikan tanggapan tentang tulisan-tulisan bermuatan sadis atau lebih dikenal Dengan #CreepyPasta atau Keripik Pasta. Mungkin banyak penyuka genre ini, yang jelas saya nggak tau kenapa, dan gak perlu mencari tau lebih jauh mengapa. Terus terang, buat saya, saya penyuka atau penikmat yang namanya keripik apalagi keripik pedass yang diolah dengan cabai asli pilihan, lalu dikonsumsi dengan segelas teh manis panas. Wiiih nikmat! Tapi untuk jenis keripik pedas yang proses bikinnya pakai berdarah darah supaya bisa tampil berwarna merah, terus terang saya enggan menikmatinya, meskipun pewarna merah itu mungkin tidak asli dari darah, tapi menurut saya bisa saja dari pewarna baju. Karenanya saya nggak mau mengkonsumsi itu, sebab membayangkannya saja bisa membuat saya jadi sakit perut. Terlalu banyak unsur kekerasan yang ditampilkan menakutkan, horror, sadisme, pembunuhan, dan kara...

Teman Curhat Yang Baik

Yuk Jadi Teman Curhat Yang Baik. Tau nggak, saya selalu berpesan kepada orang-orang terdekat saya, begini, “Inget ya, dalam hidup tolong jangan sampai kita berperan antagonis pada orang yang sedang butuh kita jadi teman curhatnya.” Kenapa? Karena otomatis yang curhat pasti akan kesal ke kita. Sementara, kita semua tau bahwa seseorang yang mau curhat tentang masalahnya ke kita berarti dia mempercayai kita. Dia mau terbuka untuk menceritakan masalah yang sedang mengganjal di hatinya, lantas kita malah bersikap antagonis padanya, maka kita akan terlihat seperti musuh baginya. Sebaiknya dengarkan saja dulu apa yang disampaikan dalam curhatannya. Jika dia meminta pendapat, nasihat atau solusi, baru kita sampaikan seandainya kita mampu, karena belum tentu orang yang sedang curhat itu butuh pendapat, saran atau pun solusi dari kita, bisa jadi dia hanya butuh kita untuk mendengarkan curhatannya. Dan sekarang ini, lebih banyak, ketika seseorang butuh teman curhat, malah teman curhat...

Bisakah kita membedakan Pendidikan Sex dengan Konten 18+

Sering saya melihar kegelisahan segelintir remaja yang sempat protes dengan adanya tulisan-tulisan dari para penulis di group-group menulis media sosial, protes mereka ditujukan pada judul maupun isi di dalam tulisan-tulisan tersebut, karena penulisan tersebut menyelipkan kalimat yang berbau vulgar atau pornografi. Dari komen-komen pada tulisan itu, kita mungkin bisa menilai bagaimana warna kepribadian seseorang, daya fikir, pola pikir, serta karakternya, meskipun tidak secara keseluruhan kita bisa mengambil kesimpulan siapa penulis itu sesungguhnya. Pada dasarnya, inilah jawaban mengapa negeri kita dengan mudahnya terkontaminasi unsur-unsur negatif yang dengan gamblangnya merusak moral dan akhlak bangsa ini. Sekarang, mari kita bicara sebagai orang tua, bagaimana cara kita mengawasi, menjaga dan menyikapi anak-anak kita, sejak kecil hingga dewasa. Saya ingin bertanya kepada orang tua, apakah kita sudah yakin bahwa kita bisa sepenuhnya mengawasi anak-anak kita dengan baik, ...

Bahaya Hutang Piutang, Jangan Terpancing Emosi Apalagi Memviralkannya.

Rasanya hampir sudah tak asing lagi ketika kita melihat postingan di beranda facebook seseorang yang bertuliskan,  "Maaf ya terpaksa gue viralin ni orang gak tau diri, biar pada tau semua, ati-ati sama orang kaya' gini... udah dikasih ngutang, giliran ditagih susah bener, sampe capek nagihnya,  tetep aja gak kesadaran juga !" Kurang lebih demikian kata-katanya, disertai beberapa gambar bukti chat adu mulut antara orang yang berhutang dan si pemberi hutang. Lalu selang beberapa menit kemudian, ramailah postingan itu menuai komen, dari yang mencibir kelakuan si penghutang, membully minta dihastag siapa orangnya, menyimpan nomer telepon orang yang berhutang untuk bisa menerrornya, bahkan sampai yang menegur kiranya jangan memosting hal tersebut karena merasa kasihan pada orang yang diviralkan itu. Maka sebentar saja viral-lah postingan hutang  yang seharusnya tidak disajikan untuk konsumsi publik, karena akan memberikan dampak negatif bagi orang yang dipermalukan...