Langsung ke konten utama

Menggapai Ma'rifat Hidup


📝 "Menggapai Ma'rifat hidup dalam pencapaian diri untuk bisa meraih, menemui dan slalu mencintai Nya."


Melihat situasi saat ini perih rasanya hati  ini, sebab demi perut yang lapar manusia rela melakukan apa saja, dengan iman yang rapuh dan jiwa yang kosong.

Sesungguhnya kebanyakan manusia lupa harus menggantungkan hidup pada siapa 😢

Ketahuilah,
Jangan pernah bergantung pada manusia.
Apalagi pada ajakan dan bujuk rayu syaitan yang slalu berusaha menyesatkan manusia, hingga misi mereka (para syaitan) berhasil, menarik manusia pada tempat kehinaan, tempat akhir hidup dalam kepedihan kelak.

Demi perut yang lapar,
Manusia tega meregangkan nyawa manusia lainnya,
Bahkan ada dua kemungkinan,
Ruh manusia lain yang akan terpisah dari tubuhnya,
Atau ruh mereka sendiri yang akan terlepas dari jasadnya....

Dengan berdalih, demi keluargaku,
Agar tak mati kelaparan!

Benarkah demikian?
Wajarkah?

Sepertinya, mereka benar benar lupa siapa Pencipta Nya,
Pencipta Yang telah memberikan nafas kehidupan,
Dan Dia adalah Tempat segala menuju,
Maka tak layak berharap pada makhluk lainnya.

Ingatlah!
Bergantunglah selalu pada Nya,
Allah Maha Mendengar segala doa doa,
Yang terlahir mau pun tersembunyi.
Yang tersirat mau pun tersurat.

Jangan menjauhi Nya,
Agar Dia pun takkan menjauhimu.....
Jangan berpaling dari Nya,
Agar Dia slalu menatapmu setiap waktu.

Dan jangan mencintai siapa pun melebihi cinta kepada Nya.

Mohonlah,
Minta lah kepada Sang Pemilik Cinta,
Pemilik Kasih Sayang,
Penguasa langit dan bumi,
Dan di antara keduanya.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallaam bersabda,

"Laisa saiun akrama alallahi ta-ala minaddu-a”

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia disisi Allah kecuali doa”

Dan Allah Subhanahu Wa Ta'aala telah berfirman dalam Al Qur'an Surah Almumin ayat 60

“Ud’uni astajib lakum ”

“Berdoalah pada-Ku, maka niscaya akan Ku kabulkan”

Minta...
Minta...
Dan terus Meminta pada Nya

Jangan pernah malu atau ragu untuk mengemis dihadapan Nya,
Ketuklah pintu Nya,
Teruslah berdiri sebagaimana seorang pengemis di hadapan Tuan Nya,

Menangis,
Bermohon,
Teruslah meratap dihadapan Nya.

Insya Allah, 
Allah akan menjawab setiap doa doa yang kita panjatkan.
Dan ingatlah, jangan pernah menduakan Nya dengan apa pun dan siapa pun.

Berdoalah, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallaam bersabda,

"Mallam yas-alillaha yagh dab’ alaihi ”

“Barang siapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Allah marah pada nya”

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda,

Wa’lamu annallaha layastajibu dua-an min qalbin ghafilil lah”

“Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa nya orang yang hatinya lupa pada Allah”

Maka, jangan sekali kali kita melupakan Allah, karena kita pun tak kan mau bila Allah melupakan kita.

Kehidupan hari ini, mengajarkan kita banyak hal, petik hikmahnya, bersabar, tawakal dan terus berusaha untuk meraih keridhaan, rahmat dan kasih sayang Allah.

Yakin.
Selalu yakin.
Jangan sampai kemiskinan, kesusahan, kepayahan mematahkan keyakinan kita,
Bahwa Allah selalu ada untuk kita.

Tidak!
Jangan pernah lalai hati kita dari mengingat Allah.
Jangan biarkan hati kita kosong,
Hampa.

Karena ruang yang hampa akan membuat kita binasa,
Teramat binasa.

Terus berdoa,
Berdoa
Dan berdoa dengan penuh keyakinan,
Dengan penuh kerendahan hati.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallaam bersabda,

"Ud’ullaha wa-antum muqinuna bil-ijabati”

“Berdoalah kamu pada Allah dengan hati merasa YAKIN bahwa doa tersebut pasti dikabulkan Allah”

Insya Allah kehidupan yang sulit akan dimudahkan.
Kekalutan yang pelik akan tergantikan dengan hati yang penuh dengan ketenangan dan keikhlasan.

Sabar, dalam menghadapi ujian cobaan dan apa pun yang menimpa.
Karena kesabaran adalah kunci utama meraih kebahagiaan.

Setelah kesabaran,
Allah akan datangkan kebaikan dan kemudahan hidup.

Raih dan tuntun hatimu untuk bisa slalu mencintai Allah,
Dan mencintai kekasihnya, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallaam.


"Selalu mencoba merenung di setiap akhir malam hingga hari baru menjelang"

"Ketika lil Covid memporakporandakan hampir seisi bumi"

#NesyaHadar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Hutang Piutang, Jangan Terpancing Emosi Apalagi Memviralkannya.

Rasanya hampir sudah tak asing lagi ketika kita melihat postingan di beranda facebook seseorang yang bertuliskan,  "Maaf ya terpaksa gue viralin ni orang gak tau diri, biar pada tau semua, ati-ati sama orang kaya' gini... udah dikasih ngutang, giliran ditagih susah bener, sampe capek nagihnya,  tetep aja gak kesadaran juga !" Kurang lebih demikian kata-katanya, disertai beberapa gambar bukti chat adu mulut antara orang yang berhutang dan si pemberi hutang. Lalu selang beberapa menit kemudian, ramailah postingan itu menuai komen, dari yang mencibir kelakuan si penghutang, membully minta dihastag siapa orangnya, menyimpan nomer telepon orang yang berhutang untuk bisa menerrornya, bahkan sampai yang menegur kiranya jangan memosting hal tersebut karena merasa kasihan pada orang yang diviralkan itu. Maka sebentar saja viral-lah postingan hutang  yang seharusnya tidak disajikan untuk konsumsi publik, karena akan memberikan dampak negatif bagi orang yang dipermalukan...