Langsung ke konten utama

Postingan

CreepyPasta

Sudah lama tangan ini gatal rasanya untuk menuangkan sedikit kejanggalan di hati, ingin sedikit memberikan tanggapan tentang tulisan-tulisan bermuatan sadis atau lebih dikenal Dengan #CreepyPasta atau Keripik Pasta. Mungkin banyak penyuka genre ini, yang jelas saya nggak tau kenapa, dan gak perlu mencari tau lebih jauh mengapa. Terus terang, buat saya, saya penyuka atau penikmat yang namanya keripik apalagi keripik pedass yang diolah dengan cabai asli pilihan, lalu dikonsumsi dengan segelas teh manis panas. Wiiih nikmat! Tapi untuk jenis keripik pedas yang proses bikinnya pakai berdarah darah supaya bisa tampil berwarna merah, terus terang saya enggan menikmatinya, meskipun pewarna merah itu mungkin tidak asli dari darah, tapi menurut saya bisa saja dari pewarna baju. Karenanya saya nggak mau mengkonsumsi itu, sebab membayangkannya saja bisa membuat saya jadi sakit perut. Terlalu banyak unsur kekerasan yang ditampilkan menakutkan, horror, sadisme, pembunuhan, dan kara...

Teman Curhat Yang Baik

Yuk Jadi Teman Curhat Yang Baik. Tau nggak, saya selalu berpesan kepada orang-orang terdekat saya, begini, “Inget ya, dalam hidup tolong jangan sampai kita berperan antagonis pada orang yang sedang butuh kita jadi teman curhatnya.” Kenapa? Karena otomatis yang curhat pasti akan kesal ke kita. Sementara, kita semua tau bahwa seseorang yang mau curhat tentang masalahnya ke kita berarti dia mempercayai kita. Dia mau terbuka untuk menceritakan masalah yang sedang mengganjal di hatinya, lantas kita malah bersikap antagonis padanya, maka kita akan terlihat seperti musuh baginya. Sebaiknya dengarkan saja dulu apa yang disampaikan dalam curhatannya. Jika dia meminta pendapat, nasihat atau solusi, baru kita sampaikan seandainya kita mampu, karena belum tentu orang yang sedang curhat itu butuh pendapat, saran atau pun solusi dari kita, bisa jadi dia hanya butuh kita untuk mendengarkan curhatannya. Dan sekarang ini, lebih banyak, ketika seseorang butuh teman curhat, malah teman curhat...

Bisakah kita membedakan Pendidikan Sex dengan Konten 18+

Sering saya melihar kegelisahan segelintir remaja yang sempat protes dengan adanya tulisan-tulisan dari para penulis di group-group menulis media sosial, protes mereka ditujukan pada judul maupun isi di dalam tulisan-tulisan tersebut, karena penulisan tersebut menyelipkan kalimat yang berbau vulgar atau pornografi. Dari komen-komen pada tulisan itu, kita mungkin bisa menilai bagaimana warna kepribadian seseorang, daya fikir, pola pikir, serta karakternya, meskipun tidak secara keseluruhan kita bisa mengambil kesimpulan siapa penulis itu sesungguhnya. Pada dasarnya, inilah jawaban mengapa negeri kita dengan mudahnya terkontaminasi unsur-unsur negatif yang dengan gamblangnya merusak moral dan akhlak bangsa ini. Sekarang, mari kita bicara sebagai orang tua, bagaimana cara kita mengawasi, menjaga dan menyikapi anak-anak kita, sejak kecil hingga dewasa. Saya ingin bertanya kepada orang tua, apakah kita sudah yakin bahwa kita bisa sepenuhnya mengawasi anak-anak kita dengan baik, ...

Bahaya Hutang Piutang, Jangan Terpancing Emosi Apalagi Memviralkannya.

Rasanya hampir sudah tak asing lagi ketika kita melihat postingan di beranda facebook seseorang yang bertuliskan,  "Maaf ya terpaksa gue viralin ni orang gak tau diri, biar pada tau semua, ati-ati sama orang kaya' gini... udah dikasih ngutang, giliran ditagih susah bener, sampe capek nagihnya,  tetep aja gak kesadaran juga !" Kurang lebih demikian kata-katanya, disertai beberapa gambar bukti chat adu mulut antara orang yang berhutang dan si pemberi hutang. Lalu selang beberapa menit kemudian, ramailah postingan itu menuai komen, dari yang mencibir kelakuan si penghutang, membully minta dihastag siapa orangnya, menyimpan nomer telepon orang yang berhutang untuk bisa menerrornya, bahkan sampai yang menegur kiranya jangan memosting hal tersebut karena merasa kasihan pada orang yang diviralkan itu. Maka sebentar saja viral-lah postingan hutang  yang seharusnya tidak disajikan untuk konsumsi publik, karena akan memberikan dampak negatif bagi orang yang dipermalukan...

Saat Menjelang Maghrib

"Sebaiknya tidak meninggalkan anak-anak kecilmu sendirian, terlebih berada di luar rumah saat menjelang maghrib". Ku kira cuma aku saja yang sering beberapa kali melihat penampakan yang lewat di depan kamar, ternyata putri bungsuku juga menangkap sosok bayangan hitam tinggi di depan kamar. Awalnya suamiku tidak percaya, dia bilang hanya imajinasiku aja,  "Baca doa, jangan terlalu suka melihat sosok-sosok itu", katanya. "Ngga ada yang mau lihat, Abah...tapi dia lewat beberapa kali, bahkan penampakan kakinya yang berbulu hitam mencoba masuk ke kamar tapi sekelebat langsung menghilang karena teriakanku 'Astaghfirullahal adziim ngapain sihh mau masuk', jadi bukan aku yang sengaja mau melihat penampakan mereka." Suamiku terdiam, sebab dia tau pasti, kalau aku sudah melihat sosok  sekilas penampakan 'mereka',  memang makhluk-makhluk itu pasti ada. Dan tadi sore jelang maghrib. si kecil pun menjerit dari dalam kamar karena melihat soso...

Waspadalah, Wahai Perempuan!

Perempuan, sosok makhluk yang sering dibilang sebagai makhluk lemah, entah di muka bumi atau di alam semesta. Tapi terus terang saya tidak sepakat dengan label tersebut. Menurut saya justru sebaliknya, perempuan adalah makhluk yang kuat dan keras kemauannya, kuat secara hati mapun secara fisik. Coba bayangkan, seorang perempuan sanggup berkali-kali membawa anak di dalam perutnya selama masa kehamilannya, minimal sembilan bulan sepuluh hari bahkan ada yang sampai hampir dua belas bulan, perempuan mampu tidak tidur selama masa kehamilan sampai masa menyapih atau menyusui, bahkan sampai anaknya remaja pun seorang Ibu akan tidak bisa nyenyak tertidur jika anaknya belum pulang ke rumah. Perempuan dengan tenaga super powernya mampu mengerjakan pekerjaan rumah, meski pun ia juga seorang pekerja di luar, external dan internal job sanggup di hadapinya sekaligus, ditambah pekerjaan merawat dan mendidik anak yang juga dibebankan kepadanya. Hati dan mental perempuan bahkan sanggup untu...