Perempuan, sosok makhluk yang sering dibilang sebagai makhluk lemah, entah di muka bumi atau di alam semesta.
Tapi terus terang saya tidak sepakat dengan label tersebut. Menurut saya justru sebaliknya, perempuan adalah makhluk yang kuat dan keras kemauannya, kuat secara hati mapun secara fisik.
Coba bayangkan, seorang perempuan sanggup berkali-kali membawa anak di dalam perutnya selama masa kehamilannya, minimal sembilan bulan sepuluh hari bahkan ada yang sampai hampir dua belas bulan, perempuan mampu tidak tidur selama masa kehamilan sampai masa menyapih atau menyusui, bahkan sampai anaknya remaja pun seorang Ibu akan tidak bisa nyenyak tertidur jika anaknya belum pulang ke rumah.
Perempuan dengan tenaga super powernya mampu mengerjakan pekerjaan rumah, meski pun ia juga seorang pekerja di luar, external dan internal job sanggup di hadapinya sekaligus, ditambah pekerjaan merawat dan mendidik anak yang juga dibebankan kepadanya.
Hati dan mental perempuan bahkan sanggup untuk tetap kuat menyaksikan ketika perempuan lain merebut suaminya, bahkan sampai berkali-kali, sanggup tegar meskipun pasangannya menghianatinya.
Salah satu dari banyaknya alasan mengapa Allah memberi izin lelaki menikah sampai 4 kali, karena Allah telah menciptakan hati perempuan dengan begitu kuat dan hebatnya, tahan banting! Perempuan akan mampu melewati masa-masa menyedihkan dan keterpurukannya , ia akan terus berjuang melewati fase-fase itu hingga bisa berdiri tegak menghadapi kehidupan normalnya, walau pun tak bisa normal seperti sedia kala, tapi perjuangannya pantang menyerah untuk semua itu.
Sementara, mungkin jika perempuan juga diijinkan menikah sampai 4 kali tanpa proses perceraian lebih dulu, sepertinya stock kaum lelaki akan makin menipis persentasenya di muka bumi, karena mereka tidak akan sanggup dan setegar perempuan menyaksikan istri atau kekasihnya menikah lagi, dan lagi, dan akan menyebabkan mental mereka shock and down.
Allah Maha Adil!
Kemauan dan tekad perempuan begitu keras, kadang tanpa menggunakan akal sekali pun, atau dengan cara apa pun, yang penting bagi mereka bila kemauannya harus tercapai, akan dilakukannya, meskipun hanya sekedar memuaskan hasratnya.
Inilah yang patut diwaspadai dari perempuan, "Perempuan, ketika ia sudah mau sesuatu, ia akan pantang menyerah!"
Jika kemauan itu baik, tidak apa-apa, tapi jika kemauan itu tidak baik, maka perempuan lain harus ekstra waspada terhadapnya, atau bisa juga lelaki pun harus waspada!
Sebagai contoh, Perempuan tidak akan menyerah, meskipun yang ia kehendaki adalah kekasih atau suami perempuan lain, mau dengan cara apa pun, jika ia sudah bertekad merebutnya, maka dipastikan, ia akan melakukan apa saja untuk bisa menjeratnya masuk ke dalam pelukannya, itulah bahayanya perempuan!
Maka sesama perempuan, tetaplah untuk waspada, ibarat tinggal di hutan, "Siapa yang kuat maka dia bisa bertahan dan akan keluar sebagai pemenangnya."
Tidak bermaksud menggurui, hanya sedikit saran untuk sesama perempuan, untuk para perempuan pegiat sosial media, sebaiknya berhati-hati, tak perlu menunjukkan extra berlebihan tentang expresi saling menyayangi antara dirimu dan kekasihmu, agar tidak mengundang mata-mata awas perempuan lainnya.
Intinya jangan terlalu mengekspose foto-foto keluarga kecil kita menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan.
Tetapi sayangnya, perempuan jugalah yang sering membuka pintu-pintu fitnah, pintu kesengsaraan dan pintu penderitaan bagi dirinya, ini dikarenakan lemah atau kurangnya akal perempuan dibandingkan akal lelaki.
Sebuah hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, "Wanita kurang akal dan agamanya”
Para sahabat bertanya, tentang maksud dari hadits tersebut, dan penjelasannya adalah demikian,
"Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa mengalahkan akal lelaki yang kokoh daripada salah seorang kalian (kaum wanita).” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa maksudnya kurang akalnya wanita?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian dua orang wanita sama dengan persaksian seorang lelaki?” Ditanyakan lagi, “Ya Rasulullah, apa maksudnya wanita kurang agamanya?” “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?”, jawab beliau. (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari no. 1462 dan Muslim no. 79)
Meskipun begitu, bukan berarti perempuan tidak memiliki akal hingga perempuan bisa dikatakan bodoh. Bukan! Banyak perempuan-perempuan hebat di semesta ini.
Sementara berbicara tentang syahwat, maka perempuan lebih mendominasi nafsu syahwat ketimbang lelaki.
Dalam kitab al-Adab al-Syar'iyah karangan Ibnu Muflih. Terdapat dua pendapat terkait, siapa yang lebih besar syahwatnya, lelaki ataukah perempuan? Hadis secara mauquf dari Abu Hurairah r.a dan secara marfu' sampai pada Nabi Shalallahu alaihi wasallam.,
"Wanita menikmati kelezatan hubungan badan 99 kali lelaki."
Dalam riwayat lain dikatakan, "Syahwat wanita 99 kali syahwat lelaki, hanya Allah menutupi mereka dengan rasa malu."
Maka dari itu, kepada perempuan, jangan mengedepankan nafsu ketimbang akal dan rasa malu.
Ingat, tidak akan ada peluang jika tidak ada kesempatan.
Maka, jangan jadikan diri kita sebagai pelakor tanpa akal, tanpa rasa malu dan tanpa perasaan, dan juga jangan juga memberikan kesempatan untuk semua itu.
Terakhir, pelakor pun tidak hanya dari jenis kelamin perempuan, maka sebaiknya untuk selalu waspada.
Waspadalah, Waspadalah!!
Komentar
Posting Komentar